Rabu, 03 Desember 2014

Kearifan Budaya Lokal Banten

Nama : Afkar Jelang Ramadhan
NPM :10214405
Kelas: 1EA12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
   Indonesia memiliki banyak sekali daerah dan budaya yang berbeda-beda, setiap daerah memiliki budaya masing-masing. Begitu juga setiap daerah memiliki kearifan budayanya masing-masing. Kearifan lokal adalah dasar untuk pengambilan kebijakkan pada level lokal di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan masyarakat pedesaan.
Kearifan budaya lokal adalah kebijaksanaan suatu daerah dalam pengambilan kebijakan dalam berbagai hal, contoh dalam bidang kesehatan, pertanian, pendidikan. Kearifan budaya lokal juga dapat digunakan sebagai cara pemecahan suatu masalah yang sedang terjadi dalam ruang lingkup budaya masing-masing.
1.2.Rumusan Masalah
   Dengan adanya makalah ini, diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana cara berprilaku arif, bijaksana, yang di implementasikan dalam setiap kebudayaan yang ada di Indonesia. Khususnya Daerah Banten yang akan kita bahas dalam makalah kali ini.
1. Bagaimana perwujudan kearifan budaya lokal di Banten?
2. Bagaimana cara setiap orang mengatasi permasalahan dengan kearifan budaya lokal ?
BAB II
ISI
2.1. Kearifan Budaya Lokal
   Kearifan budaya lokal sendiri adalah pengetahuan lokal yang sudah sedemikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya serta diekspresikan dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang lama.
    Saya akan berikan ilustrasi Contohnya sebagai berikut:
    Dalam pelaksanaan pembangunan disuatu daerah, hendaknya pemerintah mengenal lebih dulu seperti apakah pola pikir dan apa saja yang ada pada daerah yang menjadi sasaran pembangunan tersebut. Adalah sangat membuang tenaga dan biaya jika membuat tempat wisata tanpa memberi pembinaan kepada masyarakat setempat bahwa tempat wisata tersebut adalah  “ikon” atau sumber pendapatan yang mampu mensejahterakan rakyat didaerah itu. Atau lebih sederhananya, sebuah pembangunan akan menjadi sia-sia jika pemerintah tidak mengenal kebiasaan masyarakat atau potensi yang tepat untuk pembangunan didaerah tersebut.
  Dalam Contoh masalah di atas, dapat kita simpulkan bahwa kearifan budaya local sangat diperlukan guna pemerencanaan suatu operasi, dan bagaimana kita secara bijaksana berfikir positif, negative yang akan kita peroleh jika suatu hal akan kita lakukan.
2.2. Manfaat Kearifan Budaya
Kearifan lokal bersifat mencegah perbuatan tidak baik dan membentuk melakukan aktivitas. Kedua hal tersebut merupakan pedoman berprilaku dalam kehidupan. Contoh nya budaya debus dari banten yg sudah sangat terkenal.
2.3. Contoh Kearifan Budaya Lokal di Yogyakarta
   Orang Banten biasa hidup dengan tradisi dan tradisi merasa bersyukur karena di Banten, hal itu dipelihara dengan baik, bahkan bagi sebagian orang, dijadikan pedoman hidup. Terlepas dari sinkretisme atau mungkin hal-hal yang berada di luar jangkauan manusia, tradisi telah menemukan tempatnya di Banten dan dapat hidup hingga kini. Apakah itu bukan suatu bagian dari kesadaran sejarah?
Namun, upaya untuk menghadirkan kearifan masa lalu tampaknya belum bergeser dari wacana romantisme. Pemerintah daerah belum mampu menguak masa lalu itu sendiri menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat.
   Banten Lama masih disibukkan dengan konflik berbagai kepentingan untuk masalah pengelolaan. Belum lagi permasalahan pengemis, sarana parkir, dan hal-hal yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung. Sebagian besar masyarakat hanya melihat Banten Lama sebagai tempat berziarah saja. Seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memfasilitasi sarana belajar masa lalu ini. Seharusnya wisata sejarah pun menjadi bagian penting di Banten ini untuk mengais kearifan masa lalu. Belum lagi kalau kita berbicara Desa Kanekes, Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul, dan masih banyak lagi kearifan lokal Banten.
   Sebab, kapan lagi Banten bisa menjadi besar kembali, kalau upaya-upaya ke arah tersebut tidak diperhatikan dengan serius, justru hanya berusaha tetap menghadirkan romantisme sejarah yang meninabobokan masyarakat. Di ulang tahun Propinsi Banten yang memasuki usia matang ini, pemerintah daerah seharusnya bisa lebih dewasa memperhatikan kebesaran masa lalu Banten. Bukankah upaya mengenang itu pernah dilakukan ketika Banten dalam proses melepaskan diri dari Jawa Barat, dengan menghadirkan sejarawan-sejarawan untuk melegitimasi berdirinya Propinsi Banten? Mengapa hal itu tidak dilakukan lagi sekarang, ketika Banten sudah berdiri sendiri?


BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
  Implementasi kearifan budaya lokal dalam mengelola lahan yang berpotensi di daerah pegunungan, dataran rendah  memberikan nilai ekonomis juga pelestarian sumber daya alam. Kondisi demikian menguntungkan karena terjadi kelangsungan pemanfaatan sumberdaya alam dengan tidak merusak lingkungan alam, baik di daerah pegunungan, dan daratan rendah Sesungguhnya budaya kearifan lokal yang telah berkembang secara turun menurun dari generasi ke generasi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup kita secara bijaksana dan penuh kearifa
3.2.Sumber
http://mohiyosrosyid.wordpress.com/2011/05/22/budaya/
http://bantenologi.org/index.php?option=com_content&view=article&id=73:wisata-sejarah-banten-upaya-mengais-kearifan-masa-lalu&catid=1:latest-news&Itemid=50
http://muhamadromdoni.wordpress.com/2012/10/09/mobilitas-sosial-budaya-masyarakat-banten/

Kamis, 23 Oktober 2014

Manusia dan kebudayaan.

Manusia dan Kebudayaan

A.  Manusia
             Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak  bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
            Namun siapakah manusia itu sebenarnya? Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system (ilmu kimia). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi). Manusia sebagai makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi) dan lain sebagainya.
            Dari beberapa definisi di atas, tentu membuat kita sulit untuk menjawab pertanyaan tentang manusia, oleh karena itu kita akan menerangkan siapa itu manusia berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya. Ada dua macam pandangan yang akan menjadi acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia.
1.    Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
-  Jasad : badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
-  Hayat : mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
-  Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
-  Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.( Asy’arie, 1992 hal: 62-84).
2.    Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur, yaitu:
-  Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak. Id merupakan energi psikis yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius). Id diatur oleh kesenangan yang harus di penuhi,baik secara langsung melalui pengalaman seksual atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
-  Ego, sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan Id dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
-  Super ego, merupakan struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia lima tahun. Super ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi. (freud, dalam Brennan, 1991; hal 205-206).
B. Hakekat  Manusia  
             Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Tuhan menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.
C. Kepribadian  Bangsa  Timur
      Manusia mendiami wilayah yang berbeda dan berada di lingkungan yang berbeda pula. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.
        Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang–orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah.
        Dalam ilmu psikologi yang notabanenya berasal dari Barat, banyak mengembangkan konsep-konsep dan teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode dan alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail tentang variasi jiwa individu. Tetapi, tidak terlepas dari itu semua, konsep-konsep tersebut masih kurang mengembangkan suatu konsep yang berkaitan dengan jiwa individu dan lingkungan sosial budaya.
       Oleh karena itu, Francis L.K Hsu seorang sarjana Amerika keturunan Cina, mengembangkan suatu konsepsi tentang jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya, yang ia sebut sebagai Bagan Psiko-Sosiogram Manusia atau delapan daerah seperti lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Keterangan:
       Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan sub sadar. Tak sadar karena memang sudah tertanam jauh di dalam diri manusia dan tak mampu disadari bahkan oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena sewaktu–waktu unsur–unsur yang sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan mengganggu kebiasaan sehari–hari.
       Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan. Maksudnya pikiran – pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia tersebut dan tidak ada seorang lain pun yang dapat mengetahuinya. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. kebalikan dari nomor 5, ini berarti manusia mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada di pikirannya seperti perasaan, pengetahuan dan sebagainya.
       Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. Di sini manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati dan tempat untuk meminta bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan benda, atau makhluk hidup lain pun bisa berada pada lingkaran ini. Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan hubungan antara murid dengan guru, pedagang dan pembeli.
        Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh yang berarti pikiran dan gagasan manusia tentang berbagai macam hal. Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar yang berarti tentang pendapat dan pikiran seseorang tentang dunia atau daerah yang belum pernah dikunjungi atau dijumpai.
D.  Definisi  Kebudayaan
         Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
         Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistic.
         Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
E.  Unsur  Kebudayaan
         Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi sistem norma,organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga petugas pendidikan dan organisasi kekuatan.
C. Kluckhohn di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:
a.    Sistem Religi
       Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
b.    Sistem Organisasi Kemasyarakatan
       Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
c.    Sistem Pengetahuan
        Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
d.    Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi
         Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
e.    Sistem Teknologi dan Peralatan
         Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
f.     Bahasa
          Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
g.    Kesenian
         Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

F.  Wujud  dan  Komponen  Kebudayaan

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:
  • Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
          Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif. Wujudnya dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip dan sebagainya.
  • Kompleks aktivitas
           Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Wujud sebagai benda
          Aktivitas manusia sehari – hari umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun tidak.
G. Manusia  Indonesia  dan  Kebudayaan
          Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi), yang menyebabkan terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.


KESIMPULAN
        Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia. sehingga dalah kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. kebudayaan tidak dapat di lepas dari kehidupan manusia yang telah di dapatkan sejak lahir.


SUMBER:
http://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/