Minggu, 26 November 2017

KARAKTERISTIK UNTUK PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan beberapa karakteristik dalam memasuki dunia kerja untuk kedepannya. Dimana suatu pengembangan karakteristik sangat dominan untuk persiapan dalam dunia kerja. Penilaian karakteristik individu sangatlah di nilai dan dipertimbangkan dalam memasuki dunia kerja. Berikut adalah beberapa karakteristik yang harus di miliki, dan diterapkan untuk memasuki dunia kerja menurut pendapat saya sendiri, diantaranya:
1.      Mengambil resiko
2.      Bersosialisasi
3.      Mencoba hal baru atau keluar dari zona nyaman
4.      Tanggung jawab
5.      Disiplin

Dan yang harus di terapkannya yaitu:
1.      Mengambil Resiko
Mengambil resiko artinya berani dalam masuk kedalam kegagalan. Karakter dibangun ketika seseorang menghadapi kemungkinan adanya kegagalan. Belajarlah untuk mendorong diri menuju kesuksesan, jauhi argumentasi yang tidak menguntungkan untuk diri sendiri. Mengambil resiko berarti berkomitmen terhadap suatu masalah yang sulit atau pekerjaan sulit yang mungkin akan sulit untuk ditangani

2.      Bersosialisasi
Kenali orang-orang dalam kehidupan yang kita hormati, orang-orang yang menurut pandangan sendiri menunjukkan karakter yang diinginkan. Bagi orang lain, ini berarti sifat dan orang yang berbeda. Putuskan ingin menjadi seperti siapa, bagaimana meraih versi terbaik dari diri sendiri, lalu carilah orang-orang-orang seperti itu. Contohnya:
a)      Bergaul dengan orang yang lebih tua, karena bergaul dengan yang lebih tua dari diri kita, disitu kita belajar untuk melihat pandangan kedepan dengan bijak dan memiliki prinsip diri yang produktif dan menguntungkan orang lain. Dan pembangunan karakter diri melalui bergaul dengan orang yang lebih tua akan dapat memilih sikap dalam mengambil keputusan yang baik untuk diri sendiri dan sekitar.
b)      Belajarlah dan bergaul dengan orang yang kita kagumi. Yang dimaksud kagum adalah memiliki kepribadian dan karakteristik yang mapan dan siap menghadapi segala resiko dan juga pintar dalam akademis maupun non akademis.

3.      Mencoba keluar dari zona nyaman
Keluarlah dari zona nyaman kita sendiri guna untuk membangun karakter berarti belajar cara menangani situasi yang sulit atau tidak nyaman. Karena jika kita berada di zona nyaman sendiri, kita tidak akan berkembang dan memiliki pemikiran yang kreatif.

4.      Tanggung jawab
Disetiap diri manusia haruslah memiliki tanggung jawab. Cara memiliki dan mengembangkan tanggung jawab ialah saat kita berada di bangku pendidikan sekolah dan kuliah. Dari belajar menghargai sebuah tanggung jawab, maka sesuatu hal yang kecil ataupun besar akan di pertanggung jawabkan mau itu sebuah tanggung jawab yang kecil ataupun tanggung jawab yang besar.

5.      Disiplin

Disipilin dalam suatu pekejraan yang sudah diberikan sangatlah penting untuk dilakukan. Seperti, disiplin dalam hal waktu, cara berbicara, cara berpakaian, memiliki penampilan menarik, disiplin dalam hal kejujuran pekerjaan, disiplin pada visi misi yang sudah dibangun sejak awal sebelum bekerja, dan disiplin dalam agama guna memperlancar kegiatan pekerjaan yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan. Disiplin adalah suatu hal yang menjadi fatal jika kita tidak menerapkan dengan baik, maka semua pekerjaan tanpa adanya kedsisplinan, tidak akan sesuai keinginan dan tidak adanya pencapaian prestasi dalam pekerjaan.

Selasa, 14 November 2017

TUGAS 3 KOMUNIKASI BISNIS (PEMANFAATAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM TI)

PEMANFAAT KOMUNIKASI BISNIS DALAM TI

            Pada kesempatan kali ini saya akan melakukan analisis terkait iklan E-Commerce dengan pemanfaat komunikasi bisnis dalam teknologi informasi yang diterapkan oleh perusahaan JD.ID. sebelumnya saya akan memaparkan profil perusahaan JD.id. JD.id adalah perusahaan mal online (e-commerce) yang beroperasi di Jakarta, Indonesia. JD.com adalah salah satu toko B2C online terbesar di China secara jumlah transaksi, di mana JD.com adalah “rival terbesar Alibaba, sang pemimpin pasar China. JD.ID mengemban misi ‘make the joy happen’ –menghadirkan kebahagiaan- kepada seluruh pelanggan di Indonesia dengan memberikan layanan andal, cepat, aman untuk memilih serangkaian produk-produk berkualitas asli dengan harga yang kompetitif. Dengan memanfaatkan armada logistik miliknya sendiri serta didukung oleh jaringan mitra di seluruh Indonesia, JD.ID dapat menyediakan layanan antar yang cepat dan dapat diandalkan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan nilai-nilai kompetitifnya, JD.ID bertujuan untuk menjadi perusahaan e-commerce yang paling populer dan terpercaya dengan terus-menerus berupaya menghadirkan layanan dan beraneka ragam produk kepada seluruh penguna dan pelanggannya di Indonesia.

JD.ID pertama kali beroperasi di Indonesia pada November 2015 dan saat ini memiliki 12 kategori pilihan produk untuk dijual yang akan terus bertambah seiring dengan perkembangan usahanya di Indonesia. Ragam kategori produknya bervariasi mulai dari Ibu dan anak, smartphones, perangkat elektronik, hingga luxury.

Bisnis JD.ID berkembang sangat pesat. Jumlah produk yang ditawarkan bertumbuh cepat dari kurang dari 10.000 SKU pada tahun 2015 menjadi sekitar 100.000 SKU pada akhir tahun 2016. JD.ID juga menyediakan jasa pengiriman yang menjangkau 365 kota di seluruh Indonesia dengan ribuan armada yang siap mengantarkan langsung kepada para pelanggan JD.ID

Saya akan melakukan analisis iklan perusahaan JD.id yang saya ambil contoh iklan dan saya akses melalui https://www.youtube.com/watch?v=-pijhF5UzHY . Di dalam iklan yang telah JD.id tawarkan kepada konsumen atau calon pembeli, bahwa JD.id melakukan suatu promosi barang – barang yang mereka jual merupakan barang yang asli atau Original dan bukan barang palsu atau barang tidak asli. Dalam web resmi JD.id tertera jika melakukan pemesanan dan barang yang dipilih tidak sesuai dengan pesanan dapat di kembalikan sesuai dengan kesepakatan konsumen, ingin barang diganti baru atau jaminan uang kembali. Tetapi dalam promosi atau pemasaran iklan produk JD.id memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah tidak langsung dapat meyakinkan kepada masyarakat apakah barang yang mereka jual asli (original) atau barang palsu? Karena meyakinkan masyarakat tidak bisa secara instant. Dari pemanfaat teknologi, JD.id memanfaatkan teknologi ya ada untuk melakukan suatu pemasaran jasa ataupun produk melalui beragam media sosial seperti Youtube, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya. Tidak hanya melalui media sosial, JD.id juga memasarkan atau mempromosikan produk dan jasanya melalui media televisi. Dengan berkembangnya teknologi, memasarkan suatu barang ataupun jasa dapat memajukan bisnis yang sedang di jalankan, dan pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan pemanfaat teknologi informasi yang ada dapat diterima masyarakat luas.

Terkait dengan berbelanja melalui toko onlie, menurut saya, sangat efisien waktu, banyaknya jumlah produk yang ditawarkan, dll. Tetapi dengan melakukan belanja online, kita tidak dapat mengetahui secara langsung kualitas barang yang akan kita pilih maka dapat dikatakan kekurangan belanja online. Dengan berbelanja online kita dapat melakukan sistem pembayaran yang bermacam – macam, seperti Transfer melalui ATM, Bayar Tunai, Menggunakan kartu Kredit, dll. dengan adanya jenis transaksi yang bermacam - macam, maka dapat memudahkan calon pembeli untuk melakukan transaksi pembayaran.



REFERENSI:

Selasa, 17 Oktober 2017

TUGAS 2 KOMUNIKASI PERSUASIF (ANALISI IKLAN MASYARAKAT "STOP BULLYING"


Iklan tersebut menggambarkan mengenai seorang pelajar  yang mengalami bullying oleh teman sekolahnya. Kemudian anak tersebut mengalami depresi yang mengakibatkan ketakutan, stres, dll yang mengakibatkan anak tersebut dapat melukai diri sendiri dan dapat menimbulkan kasus bunuh diri karena hal tersebut (Bullying). Apabila bullying terus terjadi di dunia pendidikan khususnya,akan ada sanksi tegas menurut Undang – Undang Perlindungan anak No.23 tahun 2002 pasal 54 menyatakan bahwa “ Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib di lindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah, teman – teman sekolah didalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya.”

Iklan layanan masyarakat tersebut termasuk kedalam komunikasi persuasif dimana mengajak setiap para pelajar, orang tua, masyarakat luas yang lain untuk selalu menjaga teman – teman mereka satu sama lain maupun keluarga atau anak mereka sendiri ( Orang Tua) untuk melakukan aksi “Stop Bullying”. Dalam komunikasi persuasif terdapat sikap kognitif ataupun afektif. Dimana definisi dari sikap kognitif itu sendiri adalah perilaku di mana individu mencapai tingkat tahu pada objek yang diperkenalkan dan sikap afektif adalah perilaku dimana individu memiliki kecenderungan untuk suka atau tidak suka pada objek.

Dari segi perilaku Kognitif, masih banyak nya aksi bullying terhadap anak anak ataupun pelajar yang dahulu memiliki kesalahan ataupun kekurangan dalam hidup mereka. Sehingga timbul masalah baru yang menghasilakn bullying itu terjadi. Dimana jika bullying itu sendiri tidak dihindarkan atau di ciptakan diri sendiri maupun orang lain, maka akan banyak memakan korban bullying yang akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan korban tersebut. Ada pihak yang sangat dirugikan dalam hal ini, keluarga korban dan korban bullying sendiri. Maka dari itu dibutuhkan suatu hal untuk mengingatkan agar masyarakat sadar untuk “Stop Bullying”.

Dari segi perilaku Afektif, saya sangat berapresiasi dan sangat mendukung akan adanya aksi “Stop Bullying”. Terdapat alasan mengapa saya sangat mendukung dan sangat berapreasi terhadap gerakan ini.

1.      Dengan adanya iklan layanan masyarakat ini, masyarakat haruslah menyadari berapa menderitanya korban Bullying yang seharusnya mereka memiliki kehidupan yang layak dan memiliki waktu untuk bersosialisasi untuk menjalin silaturahmi dengan orang lain.

2.      Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, dimana kita sebagai ciptaan ALLAH SWT harus memiliki hati yang baik dan harus saling membantu satu sama lain dan saling menyayangi agar terjauhi dari sifat buruk dan di benci oleh orang lain.

3.      Masyarakat harus sadar, bahwa tidak ada sama sekali orang yang ingin menjadi korban bullying, dan semua manusia pastinya ingin memiliki kehidupan normal seperti manusia pada khalayaknya.

Maka dari itu harus saling menghormati satu sama lain, satu jiwa dan satu bermartabat untuk menjunjung tinggi harga diri manusia, di mata manusia, maupun dimata ALLAH SWT.

Pihak-pihak yang terlibat dalam perilaku bullying Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam perilaku bullying dapat dibagi menjadi 4 yaitu:

a.       Bullies (pelaku bullying)
yaitu murid yang secara fisik dan/atau emosional melukai murid lain secara berulang-ulang (Olweus, dalam Moutappa dkk, 2004). Remaja yang diidentifikasi sebagai pelaku bullying sering memperlihatkan fungsi psikososial yang lebih buruk daripada korban bullying dan murid yang tidak terlibat dalam perilaku bullying (Haynie, dkk., dalam Totura, 2003). Pelaku bullying juga cenderung memperlihatkan simptom depresi yang lebih tinggi daripada murid yang tidak terlibat dalam perilaku bullying dan simptom depresi yang lebih rendah daripada victim atau korban (Haynie, dkk., dalam Totura, 2003).
b.      Victim (korban bullying) yaitu murid yang sering menjadi target dari perilaku agresif, tindakan yang menyakitkan dan hanya memperlihatkan sedikit pertahanan melawan penyerangnya (Olweus, dalam Moutappa dkk, 2004). Menurut Byrne dibandingkan dengan teman sebayanya yang tidak menjadi korban, korban bullying cenderung menarik diri, depresi, cemas dan takut akan situasi baru (dalam Haynie dkk, 2001)
c.       Bully-victim yaitu pihak yang terlibat dalam perilaku agresif, tetapi juga menjadi korban perilaku agresif (Andreou, dalam Moutappa dkk, 2004). Craig (dalam Haynie dkk, 2001) mengemukakan bully-victim menunjukkan level agresivitas verbal dan fisik yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lain. Bully victim juga dilaporkan mengalami peningkatan simptom depresi, merasa sepi, dan cenderung merasa sedih dan moody daripada murid lain (Austin & Joseph; Nansel dkk, dalam Totura, 2003)
d.      Neutral yaitu pihak yang tidak terlibat dalam perilaku agresif atau bullying.

Bentuk – bentuk Bullying, yaitu:
1.      Verbal bullying
Verbal bullying dapat berupa teriakan dan keriuhan yang terdengar. Hal ini berlangsung cepat dan tanpa rasa sakit pada pelaku bullying dan dapat sangat menyakitkan pada target.
2.      Physical bullying
Bentuk bullying yang paling dapat terlihat dan paling mudah untuk diidentifikasi adalah bullying secara fisik. Bentuk ini meliputi menampar, memukul, mencekik, mencolek, meninju, menendang, menggigit, menggores, memelintir, meludahi, merusak pakaian atau barang dari korban.
3.      Relational bullying
Bentuk ini adalah yang paling sulit untuk dideteksi, relational bullying adalah pengurangan perasaan „sense‟ diri seseorang yang sistematis melalui pengabaian, pengisolasian, pengeluaran, penghindaran. Penghindaran, sebagai suatu perilaku penghilangan, dilakukan bersama romur adalah sebuah cara yang paling kuat dalam melakukan bullying. Relational bullying paling sering terjadi pada tahun-tahun pertengahan, dengan onset remaja yang disertai dengan perubahan fisik, mental, emosional, dan seksual. Pada waktu inilah, remaja sering menggambarkan siapa diri mereka dan mencoba menyesuaikan diri dengan teman sebaya.



SUMBER:


Minggu, 01 Oktober 2017

TUGAS INDIVIDU

KOMUNIKASI BISNIS

Disusun Oleh:

Nama          : Afkar Jelang Ramadhan       (10214405)
                     
Jurusan       : Manajemen

Kelas          : 4EA26







Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
         2017














BENTUK KOMUNIKASI
Pada dasarnya terdapat dua bentuk komunikasi yang umum yang digunakan dalam dunia bisnis, iyalah:
1.      Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal (verbal communication) iyalah salah satu bentuk komunikasi yang dapat disampaikan kepada pihak lain dengan  melalui tulisan (written) serta lisan (oral). Komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua iyalah :

Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses suatu komunikasi. Dimana komunikasi verbal dapat bertindak sebagai komunikator ataupun pengirim pesan serta dapat bertindak sebagai audience.

Dalam berkomunikasi secara verbal, juga dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang disusun dalam suatu pola yang berarti sangat baik dalam bentuk tulisan ataupun lisan, seperti :
1.Berbicara serta Menulis

Suatu pesan yang sangat penting serta kompleks, baiknya disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti surat, memo serta laporan

2.Mendengarkan serta Membaca

Untuk mencapai komunikasi yang efektif dan baik, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya harus memerlukan keterampilan mendengar (listening) serta membaca (reading).

2.      Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal iyalah bentuk komunikasi yang sangat mendasar dalam hal komunikasi bisnis. Walaupun pada dasarnya komunikasi nonverbal ini memiliki sifat  yang kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari,
contoh  seperti memahami dalam penggunaan bahasa isyarat , ekspresi wajah ,  gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna serta intonasi suara. Dalam penyampaiannya juga, komunikasi verbal serta komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalamhal  komunikasi nonverbal,  pesan yang akan disampaikan biasanya hanya dilakukan secara spontan atau tanpa memiliki rencana serta dilakukan secara tidak sadar serta bersifat alami.

Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:
  1. Menyediakan serta memberikan informasi
  2. Mangatur alur suatu percakapan
  3. Mengekspresikan sebuah emosi
  4. Memberi sifat serta melengkapi, menentang ataupun mengembangkan pesan-pesan verbal
  5. Mengendalikan ataupun mempengaruhi orang lain
  6. Mempermudah tugas-tugas yang khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah, Terkaadang dalam prakteknya, didalam suatu komunikasi bisnis akan terjadi penggabungan antara komunikasi verbal serta komunikasi nonverbal dalam suatu situasi ,  dikarena biasanya kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi ataupun percakapan kadang hanya membawa sebagian saja dari pesan.
  7. Relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal juga dapat menentukan kredibilitas serta kepemimpinan seseorang, yang didapat secara dilihat dari karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan serta posisi tubuh juga melalui ekspresi wajah serta mata.


Referensi:



TULISAN 1 KOMUNIKASI BISNIS

TUGAS INDIVIDU

KOMUNIKASI BISNIS

Disusun Oleh:

Nama          : Afkar Jelang Ramadhan       (10214405)
                     
Jurusan       : Manajemen

Kelas          : 4EA26







Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
         2017














KOMUNIKASI BISNIS

Definisi Komunikasi Bisnis

            Komunikasi bisnis iyalah pertukaran gagasan , pendapat , informasi serta instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang dapat disajikan secara personal atau impersonal  dengan melalui simbol – simbol atau sinyal.

            Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
  1. Memiliki tujuan yang berarti komunikasi bisnis juga harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan suatu tujuan organisasi.
  2. Pertukaran iyalah dalam hal  melibatkan paling tidak dua orang atau bahkan lebih yakni komunikator serta komunikan.
  3. Gagasan, opini, informasi, instruksi iyalah isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung dari tujuannya, situasi, serta kondisinya.
  4. Menggunakan saluran personal ataupun impersonal  iyalah yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media ataupun melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersama-sama.
  5. Meggunakan simbol ataupun sinyal iyalah alat atau metode yang dapat dimengerti atau[un dipahami oleh penerima untuk menyampaikan suatu pesan.
  6. Pencapaian tujuan organisasi iyalah salah satu karakteristik yang dapat membedakan organisasi ataupun lembaga formal dari informasi iyalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
UNSUR-UNSUR DALAM BERKOMUNIKASI
Komunikasi meliputi 5 unsur, yang dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yaitu:
  • Komunikator = who [communicator, source, sender]
  • Pesan = says what [message]
  • Media = in which channel [channel, media]
  • Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
  • Efek [effect, impact, influence]
Hal yang pertama dilakukan iyalah untukmemahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator yang baik iyalah  harus memiliki beberapa alat komunikasi yang akan menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti yang baik serta bisa menarik minat dan simpati dari pendengarnya serta dapat mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam kegiatan diskusi.
TEKNIK KOMUNIKASI
  1. Komunikasi informatif [informative communication]
  2. Komunikasi persuasif [persuasive communication]
  3. Komunikasi instruktif atau koersif [instructive/ coersive communication]
  4. Hubungan manusiawi [human relation]

TUJUAN KOMUNIKASI
  1. Perubahan sikap [attitude change]
  2. Perubahan pendapat [opinion change]
  3. Perubahan perilaku [behaviour change]
  4. Perubahan sosial [social change]

KOMUNIKASi FORMAL DAN INFORMAL
Komunikasi Formal dan Informal Komunikasi formal dan informal sebagai suatu sinergi dikemukakan oleh Effendy (2005) bahwa sistem komunikasi formal biasanya mengikuti garis-garis wewenang sebagaimana dituangkan dalam struktur organisasi (organigram). Sedangkan sistem informal (tidak formal) adanya hubungan-hubungan sosial yang dapat memiliki kekuatan untuk menentukan wewenang yang ditransmisikan melalui sistem formal tersebut dapat diterima. Sehingga sangat penting posisi wewenang di dalam sistem formal maupun informal.

Pertama, Komunikasi formal. Komunikasi formal, menurut Mulyana (2005) adalah komunikasi menurut struktur organisasi seperti komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas, dan komunikasi horisontal. Kemudian menurut Blake dan Haroldsen (2005) ciri komunikasi organisasi dan saluran formal banyak persamaan. Ciri saluran komunikasi formal menurut Shibutani dalam Blake dan Haroldsen (2005) yaitu:

1.      Saluran komunikasi berfungsi dengan standar bagi semua laporan yang datang dari berbagai sumber agar dapat diperiksa kebenarannya.

2.      Sumber pesan dapat dikenali dan tentunya dapat dipercaya. Sehingga dapat dijelaskan saluran komunikasi formal bercirikan aturanaturan yang stabil, pekerjaannya, aturan, dan sanksi disusun dengan jelas, serta dapat diikuti oleh orang-orang yang berbeda. Peserta dapat dikenali dan dapat dipercaya serta bertanggung jawab serta ada jalur komunikasi yang akurat.

Kedua, Komunikasi informal. Menurut Mulyana (2005) komunikasi informal tidak tergantung pada struktur organisasi. Kemudian DeVito (2011) komunikasi informal sebagai komunikasi yang disetujui secara sosial yang orientasinya tidak pada organisasi tetapi lebih secara individual.     

Kesimpulan:
Didalam suatu organisasi, kelompok, atau individu antar individu dalam dunia bisnis harus memiliki hubungan komunikasi yang baik dalam hal unsur – unsur dalam berkomunikasi, disertai beberapa teknik dalam berkomunikasi dan disetiap komunikasi yang tercipta, memiliki tujuan komunikasi. Disetiap komunikasi memiliki nilai tersendiri dalam dunia bisnis, diharapkan memiliki tujuan yang jelas dalam dunia bisnis yang dijalankan





Referensi:


Sulaiman, Adhi Iman. 2013. “Model Komunikasi Formal Dan Informal Dalam Proses Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat”. Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16 No. 2, Desember 2013: 173-188.



Minggu, 23 April 2017

ANALISIS PRODUK PT.GUDANG GARAM Tbk.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Berbisinis adalah kegiatan yang sudah wajar bila dikatakan untuk mengejar keuntungan, banyak pemikiran dalam mencapai keuntangan tersebut yang penting untung dan tidak merugikan banyak pihak. Seharusnya dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis batasannya dengan melihat kepentingan dan hak-hak orang lain seperti dengan adanya penerapan etika karena etika berisikan tentang nilai dan norma-norma konkret yang menjadi arah dan pegangan hidup manusia dalam seluruh kehidupannya, tolak ukur etikanya adalah akal-pikirannya itu sendiri. Begitu pula etika dalam berbisnis akan membuat moral atau moralitas dalam berbisnis lebih baik agar dapat lebih mencermati apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan yang pantas atau tidak.
Tujuan perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya untukmemaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui aktivitas penjualan barang dan/atau jasa. Prinsip etika bisnis dalam kaitan ini berhubungan dengan berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values) dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan. Secara lebih jelas, mekanismenya berjalan sebagai berikut. Memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam jangka panjang, berhubungan dengan dimensi waktu yang relatif panjang serta menyangkut sustainability. Hal ini membutuhkan adanya kepercayaan atau saling mempercayai (trust) dari berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan (stakeholders). Kalimat kesejahteraan pemilik merupakan derivasi dan perwujudan dari hak kepemilikan (ownership) yang muncul dari adanya penghargaan (respect) terhadap kepemilikan pribadi (property rights).
Uraian di atas lebih memberikan penekanan pada “hak” si pemilik atas perusahaannya, tanpa memberikan bobot berarti pada sisi “kewajiban” sebagai pemilik perusahaan maupun perusahaan sebagai organisasi. Dari sisi lain mata uang yang sama, pemilik perusahaan juga merupakan moralagents yang melakukan “aktivitas” di dalam serta “berintekasi” denganmasyarakat, sehingga mempunyai tanggungjawab moral terhadap lingkungannya. Tanggungjawab moral sebagai “pemilik perusahaan” mengharuskan mereka untuk mempertimbangkan kepentingan pihak lain yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan (stakeholders). Dengan demikian, tanggungjawab ini relatif terbatas pada berbagai pihak seperti pemilik minoritas, karyawan, investor, kreditur, supplier, konsumen dan sebagainya. Sementara tanggungjawab moral sebagai perusahaan membawa implikasi perlunya kepekaan perusahaan di dalam membuat berbagai keputusan yang membawa dampak sosial kemasyarakatan yang lebih luas. Luasnya cakupan tanggungjawab ini biasanya dikemas melalui mekanisme tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
           
Begitupula dengan PT. Gudang Garam Tbk Garam yang salah satu industri rokok terkemuka di tanah air yang didirikan oleh Suryo Wonowidjoyo tidak menaati peraturan bahwa dinyatakan Gudang Garam menayangkan iklannya yang ditayangkan oleh stasiun TV One pada tanggal 10 Mei 2014 pada pukul 19.43 WIB.  Program tersebut menampilkan iklan rokok di bawah pukul 21.30. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan kepada anak-anak dan remaja serta larangan dan pembatasan muatan rokok. Oleh sebab itu diperlukannya etika dalam suatu perusahaan agar perusahaan dapat mempunyai tanggung jawab lebih atas apa yang dilakukannya serta diperlukan adanya suatu pedoman etika bisnis yang jelas dan terinci agar setiap pelanggaran moral bisa dipertanggung jawabkan di hadapan hukum formal. Jika tidak, sejarah akan mengulanginya.


























BAB II
DEFINISI
2.1 PENGERTIAN ETIKA PRODUKSI
Etika adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salah. Sedangkan produksi adalah suatu kegiatan menambah nilai guna barang dengan menggunakan sumberdaya yang ada
Jadi, Etika Produksi adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salahnya hal hal yang dikukan dalam proses produksi atau dalam proses penambahan nilai guna barang.
Tujuan Produksi antara lain :
1. Memperbanyak jumlah barang dan jasa
2. Menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi
3. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan peradaban
4. Mengganti barang-barang yang rusak atau habis
5. Memenuhi pasar dalam negeri untuk perusahaan dan rumah tangga
6. Memenuhi pasar internasional
7.Meningkatkan kemakmuran

2.2 PENGERTIAN ETIKA PEMASARAN
Etika pemasaran berkaitan dengan prinsip-prinsip moral di balik operasi dan regulasi pemasaran. Tanggung jawab sosial Seorang manajer pemasaran meliputi pengembangan program pemasaran dan meningkatkan kesadaran dan penerimaan ide-ide dan praktek-praktek sosial. Panduan berikut menunjukkan ruang lingkup etika pemasaran:
Manajer pemasaran harus menerima tanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan mereka.
Manajer pemasaran harus menahan diri dari sengaja merugikan; mematuhi semua undang-undang dan peraturan yang relevan; dan akurat mewakili diri mereka sendiri, perusahaan mereka, dan merek mereka.
Manajer pemasaran harus melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa pilihan dan tindakan mereka melayani kepentingan terbaik dari semua pelanggan, organisasi, dan masyarakat terkait.
Etika pelaksanaan  sepanjang tiga tahapan proses perencanaan memungkinkan perusahaan untuk menentukan karakter dan citra publik. Sebuah rencana pemasaran adalah cetak biru yang komprehensif yang menguraikan upaya pemasaran secara keseluruhan organisasi. proses pemasaran dapat diwujudkan dengan menerapkan bauran pemasaran, dan derajat keberhasilan (berdasarkan langkah-langkah tertentu) dapat menunjukkan bagaimana mengontrol iterasi masa depan rencana pemasaran.

2.3 PENGERTIAN ETIKA SUMBER DAYA MANUSIA
Etika adalah Sebuah ilmu dan bukan ajaran. Sebagai ilmu yang terutama menitik-beratkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam hal ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus dilaksanakan dalam situasi konkret tertentu yang dihadapai seseorang. Sehingga, etika membutuhkan evaluasi kritis atas semua seluruh situasi yang terkait.
Manajemen SDM (sumber daya manusia) merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya, untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Manajemen SDM merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan, yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

2.4 PENGERTIAN ETIKA KEUANGAN
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan serta  aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.

2.5 PENGERTIAN PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu pasar yang dimana terdapat beberapa penjual dalam pasar suatu produk tertentu. Kadang-kadang ada yang membedakan untuk pasar yang dimana hanya terdapat dua penjual saja, pasar seperti itu disebut dengan pasar duopoli. Sementara itu, pasar yang terdiri lebih dari dua penjual disebut dengan sebutan pasar Oligopoli.
2.5.1 CIRI – CIRI PASAR OLIGOPOLI
Ciri-ciri dari pasar oligopoli, diantaranya sebagai berikut dibawah ini:
  • Adanya beberapa produsen yang menguasai pasar.
  • Produk yang diperjualbelikan dapat homogen dan dapat juga berbeda corak.
  • Setiap produsen atau perusahaan cenderung untuk memberlakukan harga pasar yang umum.
  • Adanya kepemimpinan harga (price leader), oleh perusahaan atau produsen terbesar.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 ETIKA PEMASARAN DAN PRODUKSI PT. GUDANG GARAM
3.1.1 Norma Dan Etika di bidang pemasaran
1.Etika Pemasaran Dalam Konten Produk

-          Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat
Menurut kelompok kami, produk rokok itu tidak begitu berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan menurut ilmu kesehatan produk rokok itu dengan pengkonsumsian yang terus menerus dapaat membahayakan kesehatan si pengguna.
-          Produk yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit
Produk rokok sangatlah berpotensi jika dilihat dari segi ekonomi dikarenakan cukup banyak masyarakat yang mengkonsumsi rokok. Dan pajak yang disumbangkan oleh perusahaan rokok tidak hanya pt gudang garam tbk. Saja itu cukup besar, sehingga kami dapat menyimpulkan bahwa produk rokok sangat berpotensi ekonomi.
-          Produk yang dapat memuaskan masyarakat
Apakah produk rokok yang dihasilkan pt. gudang garam dapaat memuaskan masyarakat secara keseluaruhan ? tentu jawabanyya adalah tidak, karena tidak semua orang adalah perokok aktif, tetapi menurut survey yang kami lakukan di beberapa orang perokok aktif, produk rokok gudang garam mampuu memuaskan konsumenya.
2.      Etika pemasara dalam konteks  tempat/distribusi
-          Barang dijamin keamanan dan keuthannya
Menurut sumber yang kamu baca, pendistribusian produk dari daerah ke daerah cukuplah baik tidak ada produk yang mempunyai kemasan rusak yang di jual di pasaran.
-          Konsumen mendapat pelayanan cepat dan tepat
Pendistrubusiannya pun sangatlah cepat dan tepat sehingga tidak pernah terjadi permasalahan pendistribusian yang telat sehingga disaat konsumen membutuhkan produk rokok gudang garam tidak kesulitan untuk menemuinya.
3.      Etika pemasaran dalam konteks promosi
-          Sebagai sarana untuk membangun image positif
Selama ini promosi yang ditayangkan oleh produk gudang garam sebagian ada yang membangun image positif tidak hanya untuk perusahaan rokok itu sendiri tetapi juga ada unsur seperti motivasi, mempromosikan dartah wisata dan lain
-          Tidak mengecewakan konsumen
Produk yang dibuat juga selalu sesuai dengan promosinya, jadi kemungkinan untuk mengecewakan konsumen sangatlah kecil

.
3.2  SUMBER DAYA MANUSIA PT. GUDANG GARAM
Gudang Garam dan anak perusahaannya menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 36.900 orang di akhir tahun 2015.
Sebagai sebuah "keluarga besar", kesejahteraan karyawan merupakan prioritas kami, dari standar keselamatan kerja hingga pengadaan fasilitas olah raga dan fasilitas kesehatan. Pelatihan di bidang kepemimpinan, manajerial, administrasi, dan keterampilan teknik juga diselenggarakan dari waktu ke waktu baik di dalam maupun diluar perusahaan.

3.3 ETIKA KEUANGAN PT. GUDANG GARAM
Produk yang dihasilkan oleh PT Gudang Garam tbk yaitu rokok. Berbagai macam merk rokok dihasilkan oleh perusahaan ini, produk-produk rokok tersebut yaitu Gudang Garam International, Surya 12, Surya 16, Surya Slims, Surya Signature, Surya Profesional, Surya Pro Mild, Gudang Garam Nusantara, Gudang Garam Nusantara Mild, Gudang Garam Merah, Gudang Garam Djaja, Nusa, Taman Sriwedari dan Sigaret Kretek Filter Klobot. Harga dari rokok-rokok tersebut berbeda-beda tergantung merknya.
Kisaran harganya mulai dari Rp 5.000 – Rp 10.000.
Daftar harga produk PT Gudang Garam tbk1:
1) Gudang Garam Filter 12 = Rp 8000/bgks.
2) Gudang Garam Surya 16 = Rp 10100/bgks
3) Gudang Garam Profesional 12 = Rp 7800/bgks
4) Gudang Garam Pro Mild 16 = Rp 7000/bgks
5) Gudang Garam Internasional = Rp 7600/bgk
6) Gudang Garam Merah = Rp 5750/bgks
7) Gudang Garam Djaja = Rp 4900/bgks
3.4  ETIKA DALAM AGAMA, LINGKUNGAN, KESEHATAN, MASYARAKAT, PENDIDIKAN, OLAHRAGA.
Lingkungan

Kondisi lingkungan perlu semakin dicermati. Karena itulah Gudang Garam terus mendukung upaya masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan memperbaiki sarana kesehatan, serta turut membangun segenap fasilitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan ramah.
Masyarakat

dari bahwa Gudang Garam dapat mencapai posisi saat ini berkat dukungan dari masyarakat sekitar. Karenanya, hubungan dengan masyarakat perlu dipertahankan melalui kegiatan sosial yang menciptakan keharmonisan sekaligus bersinergi dengan kegiatan sosial pemerintah daerah setempat. Di antaranya, kami memberikan bantuan kepada sejumlah yayasan dan panti asuhan berupa pembagian seragam sekolah dan sembako. Melalui program “Bedah Rumah”, Gudang Garam mensponsori renovasi rumah warga di Kediri. Kami juga berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kediri dengan cara memasang pipa untuk pengadaan air bersih.
Pendidikan

Sebagai bentuk dukungan pada sektor pendidikan, Gudang Garam memberikan bantuan sarana sekolah seperti seragam, meja, kursi, dan lemari buku, juga membuka kesempatan magang bagi pelajar dan mahasiswa, serta melayani kunjungan akademis/studi banding dari berbagai institusi pendidikan. Kami juga menyelenggarakan kegiatan “English Camp for The Junior High School”, sebuah program beasiswa Bahasa Inggris yang ditujukan bagi para siswa SLTP agar mereka mampu berbahasa Inggris secara lebih fasih.
Keagamaan

Kami percaya bahwa kegiatan keagamaan memiliki arti penting untuk memelihara tali silaturahmi antar umat beragama. Karenanya Gudang Garam terus mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh paguyuban keagamaan setempat serta turut memberikan bantuan untuk perbaikan sarana peribadatan. Selama bulan Ramadhan, Perusahaan juga aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan buka puasa bersama seluruh lapisan masyarakat, mulai dari para pemimpin masyarakat, pemuka agama dan pejabat pemerintah termasuk aparat keamanan setempat.
Olahraga

Selama bertahun-tahun, Gudang Garam aktif memberikan bantuan untuk penyelenggaraan program olahraga di daerah, terutama tenis meja dan bola basket. Kami juga turut mensponsori para olahragawan yang mengikuti turnamen di tingkat lokal, kabupaten, maupun di luar negeri.
Kesehatan

Pada tahun 2011, 953 karyawan Gudang Garam berpartisipasi dalam program donor darah yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia. Gudang Garam juga mengadakan khitanan masal yang diikuti oleh 412 anak yang mayoritas berasal dari panti asuhan dan pondok pesantren. Bersama tim dokter dan rumah sakit, kami juga menggelar program pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi sekitar 1.001 warga desa di Kediri.


3.5  STUDI KASUS
Menurut Etika Pariwara Indonesia, “Iklan ialah pesan komunikasi pemasaran atau komunikasi publik tentang sesuatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat”.
Menurut Sony Keraf (1993 : 142), menyatakan bahwa dalam iklan kita dituntut untuk selalu mengatakan  hal  yang  benar  kepada konsumen  tentang  produk  sambil membiarkan  konsumen  bebas  menentukan untuk  membeli  atau  tidak  membeli produk itu.
·         Iklan dan pelaku periklanan harus :
·         Jujur, benar, dan bertanggungjawab.
·         Bersaing secara sehat.
·         Melindungi dan menghargai khalayak, tidak  merendahkan  agama, budaya, negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan  hukum yang berlaku.
Melindungi dan menghargai khalayak, tidak  merendahkan  agama, budaya, negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan  hukum yang berlaku. Iklan  yang  menyatakan  kebenaran dan  kejujuran  adalah  iklan  yang  beretika. Akan  tetapi,  iklan  menjadi  tidak  efektif, apabila  tidak mempunyai  unsur  persuasif. Akibatnya,  tidak  akan  ada  iklan  yang  akan menceritakan  the whole truth  dalam  pesan iklannya. Sederhananya,  iklan  pasti  akan mengabaikan informasi-informasi yang bila disampaikan kepada pemirsanya malah akan membuat pemirsanya tidak  tertarik  untuk menjadi konsumen produk atau jasanya. Untuk membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu (langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang : semua usia, golongan, suku, dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis.
Dalam dunia periklanan, para pelaku iklan mempunyai sumber daya manusia yang mayoritas memiliki tingkat kreatifitas yang unik dan menarik, yang dapat divisualisasikan dalam bentuk visual (video, gambar, ilustrasi, dan tulisan) atau pun dalam bentuk audio (suara). Di Indonesia, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika pada setiap perilaku kehidupan sehari-hari. Tentunya hal ini membuat para pelaku iklan juga harus mematuhi apa saja yang telah diatur dalam UU Penyiaran atau UU Pariwara Indonesia yang telah diatur agar sejalan dengan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat.

3.5.1        PEMBAHASAN KASUS PT. GUDANG GARAM DALAM PEMASARAN IKLAN
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berdasarkan tugas dan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan dan hasil analisis telah menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 pada Program Siaran Iklan Niaga rokok “Gudang Garam” yang ditayangkan oleh stasiun TV One pada tanggal 10 Mei 2014 pada pukul 19.43 WIB. Program tersebut menampilkan iklan rokok di bawah pukul 21.30. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan kepada anak-anak dan remaja serta larangan dan pembatasan muatan rokok.
KPI Pusat memutuskan bahwa tindakan penayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun  2012  Pasal 14 dan Pasal 43 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 ayat (1), Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 59 ayat (1). Menurut catatan KPI Pusat, program ini telah menerima Surat Teguran Tertulis Pertama No.953/K/KPI/05/14 tertanggal 5 Mei 2014.
Berdasarkan pelanggaran di atas KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua. Atas pelanggaran ini KPI Pusat akan terus melakukan pemantauan dan meningkatkan sanksi yang lebih berat jika tetap melanggar ketentuan jam tayang iklan rokok.
Sesuai dengan PP Nomor 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Swasta, penayangan iklan rokok disiang hari jelas melanggar pasal 21 ayat (3) Iklan Rokok pada lembaga penyelenggara penyiar radio dan televisi hanya dapat disiarkan pada pukul 21.30 sampai dengan pukul 05.00 waktu setempat dimana lembaga penyiaran tersebut berada. Kemudian juga sesuai dengan Etika Pariwara Indonesia menyatakan dalam wahana iklan melalui media televisi, yaitu iklaniklan  rokok  dan  produk  khusus  dewasa  (intimate  nature) hanya  boleh  disiarkan  mulai  pukul  21.30  hingga  pukul  05.00 waktu setempat.
3.5.2        SOLUSI PELANGGARAN ETIKA PEMASARAN DALAM PERIKLANAN PT. GUDANG GARAM
Dipasal 57 menyebut Lembaga Penyiaran Swasta yang menyelenggarakan siaran iklan rokok diluar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 21 ayat (3) dikenai sanksi administrasi berupa denda administrasi untuk jasa penyiaran radio paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah), dan untuk jasa penyiaran televisi paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupiah).
3.6  JENIS PASAR PT. GUDANG GARAM
a)      STRUKTUR PASAR OLIGOPOLI

Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh (Rahardja, 2008).
b)      Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada (Sicat, 1991).
c)      Menurut Rahardja (2008), ciri reaksi oligopolis jika terjadi perubahan harga adalah jika suatu oligopolis menurunkan harga maka oligopolis cenderung juga akan menurunkan harga karena tidak mau kehilangan konsumen dan jika oligopolis menaikkan harga maka akan kehilangan konsumen karena oligopolis lain tidak menaikkan harga dan akan mendapat tambahan konsumen dengan tanpa melakukan reaksi apapun.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1     Kesimpulan
Berdasarkan inti uraian pembahasan, yaitu mengenai kasus pelanggaran etika dalam bisnis khususnya dalam hal etika periklanan yang telah dilakukan oleh PT Gudang Garam (Tbk) terkait tindakan penayangan tersebut yang telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun  2012  Pasal 14 dan Pasal 43 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 ayat (1), Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 59 ayat (1). Sehingga pihak KPI Pusat melayangkan Surat Teguran Tertulis Pertama No.953/K/KPI/05/14 tertanggal 5 Mei 2014. Yang mana apabila pelaku iklan (PT Gudang Garam (Tbk)) tidak mengindahkan atau mengabaikannya maka KPI Pusat akan memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua. Atas pelanggaran ini KPI Pusat akan terus melakukan pemantauan dan meningkatkan sanksi yang lebih berat jika tetap melanggar ketentuan jam tayang iklan rokok.

4.2   Saran
Saran yang dapat dikemukakan adalah sebaiknya pelaku iklan (PT Gudang Garam (Tbk)) harus mematuhi apa saja yang telah diatur dalam UU Penyiaran atau UU Pariwara Indonesia yang telah diatur agar sejalan dengan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat. Seperti Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun  2012  Pasal 14 dan Pasal 43 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 ayat (1), Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 59 ayat (1)











DAFTAR PUSTAKA