TUGAS INDIVIDU
KOMUNIKASI BISNIS
Disusun Oleh:
Nama :
Afkar Jelang Ramadhan (10214405)
Jurusan :
Manajemen
Kelas : 4EA26
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
2017
KOMUNIKASI
BISNIS
Definisi
Komunikasi Bisnis
Komunikasi bisnis
iyalah pertukaran gagasan , pendapat , informasi serta instruksi yang
memiliki tujuan tertentu yang dapat disajikan secara personal atau impersonal
dengan melalui simbol – simbol atau sinyal.
Dalam komunikasi bisnis
terdapat enam unsur pokok, yaitu:
- Memiliki tujuan yang berarti komunikasi bisnis
juga harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan
suatu tujuan organisasi.
- Pertukaran iyalah dalam hal melibatkan
paling tidak dua orang atau bahkan lebih yakni komunikator
serta komunikan.
- Gagasan, opini, informasi, instruksi
iyalah isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung dari
tujuannya, situasi, serta kondisinya.
- Menggunakan saluran personal ataupun
impersonal iyalah yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan
media ataupun melalui media yang menjangkau jutaan orang secara
bersama-sama.
- Meggunakan simbol ataupun sinyal iyalah alat
atau metode yang dapat dimengerti atau[un dipahami oleh penerima untuk
menyampaikan suatu pesan.
- Pencapaian tujuan organisasi iyalah salah satu
karakteristik yang dapat membedakan organisasi ataupun lembaga formal dari
informasi iyalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh
manajemen.
UNSUR-UNSUR DALAM BERKOMUNIKASI
Komunikasi meliputi 5 unsur, yang dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yaitu:
- Komunikator = who [communicator, source, sender]
- Pesan = says what [message]
- Media = in which channel [channel, media]
- Komunikan = to whom [communicant, communicatee,
reciever, recipient]
- Efek [effect, impact, influence]
Hal yang
pertama dilakukan iyalah untukmemahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang
komunikator yang baik iyalah harus memiliki beberapa alat komunikasi yang
akan menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara
menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti yang baik
serta bisa menarik minat dan simpati dari pendengarnya serta
dapat mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam
kegiatan diskusi.
TEKNIK KOMUNIKASI
- Komunikasi
informatif [informative communication]
- Komunikasi persuasif
[persuasive communication]
- Komunikasi
instruktif atau koersif [instructive/ coersive communication]
- Hubungan manusiawi
[human relation]
TUJUAN KOMUNIKASI
- Perubahan sikap
[attitude change]
- Perubahan pendapat
[opinion change]
- Perubahan perilaku
[behaviour change]
- Perubahan sosial
[social change]
KOMUNIKASi FORMAL DAN INFORMAL
Komunikasi Formal dan Informal
Komunikasi formal dan informal sebagai suatu sinergi dikemukakan oleh Effendy
(2005) bahwa sistem komunikasi formal biasanya mengikuti garis-garis wewenang
sebagaimana dituangkan dalam struktur organisasi (organigram). Sedangkan sistem
informal (tidak formal) adanya hubungan-hubungan sosial yang dapat memiliki
kekuatan untuk menentukan wewenang yang ditransmisikan melalui sistem formal
tersebut dapat diterima. Sehingga sangat penting posisi wewenang di dalam
sistem formal maupun informal.
Pertama, Komunikasi formal. Komunikasi
formal, menurut Mulyana (2005) adalah komunikasi menurut struktur organisasi
seperti komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas, dan komunikasi horisontal.
Kemudian menurut Blake dan Haroldsen (2005) ciri komunikasi organisasi dan
saluran formal banyak persamaan. Ciri saluran komunikasi formal menurut
Shibutani dalam Blake dan Haroldsen (2005) yaitu:
1. Saluran komunikasi
berfungsi dengan standar bagi semua laporan yang datang dari berbagai sumber
agar dapat diperiksa kebenarannya.
2. Sumber pesan dapat dikenali
dan tentunya dapat dipercaya. Sehingga dapat dijelaskan saluran komunikasi
formal bercirikan aturanaturan yang stabil, pekerjaannya, aturan, dan sanksi
disusun dengan jelas, serta dapat diikuti oleh orang-orang yang berbeda.
Peserta dapat dikenali dan dapat dipercaya serta bertanggung jawab serta ada
jalur komunikasi yang akurat.
Kedua, Komunikasi informal. Menurut
Mulyana (2005) komunikasi informal tidak tergantung pada struktur organisasi.
Kemudian DeVito (2011) komunikasi informal sebagai komunikasi yang disetujui
secara sosial yang orientasinya tidak pada organisasi tetapi lebih secara
individual.
Kesimpulan:
Didalam suatu organisasi, kelompok,
atau individu antar individu dalam dunia bisnis harus memiliki hubungan
komunikasi yang baik dalam hal unsur – unsur dalam berkomunikasi, disertai
beberapa teknik dalam berkomunikasi dan disetiap komunikasi yang tercipta,
memiliki tujuan komunikasi. Disetiap komunikasi memiliki nilai tersendiri dalam
dunia bisnis, diharapkan memiliki tujuan yang jelas dalam dunia bisnis yang
dijalankan
Referensi:
Sulaiman, Adhi Iman.
2013. “Model Komunikasi Formal Dan Informal Dalam Proses Kegiatan
Pemberdayaan Masyarakat”. Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16
No. 2, Desember 2013: 173-188.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar