Minggu, 01 Oktober 2017

TULISAN 1 KOMUNIKASI BISNIS

TUGAS INDIVIDU

KOMUNIKASI BISNIS

Disusun Oleh:

Nama          : Afkar Jelang Ramadhan       (10214405)
                     
Jurusan       : Manajemen

Kelas          : 4EA26







Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
         2017














KOMUNIKASI BISNIS

Definisi Komunikasi Bisnis

            Komunikasi bisnis iyalah pertukaran gagasan , pendapat , informasi serta instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang dapat disajikan secara personal atau impersonal  dengan melalui simbol – simbol atau sinyal.

            Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
  1. Memiliki tujuan yang berarti komunikasi bisnis juga harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan suatu tujuan organisasi.
  2. Pertukaran iyalah dalam hal  melibatkan paling tidak dua orang atau bahkan lebih yakni komunikator serta komunikan.
  3. Gagasan, opini, informasi, instruksi iyalah isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung dari tujuannya, situasi, serta kondisinya.
  4. Menggunakan saluran personal ataupun impersonal  iyalah yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media ataupun melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersama-sama.
  5. Meggunakan simbol ataupun sinyal iyalah alat atau metode yang dapat dimengerti atau[un dipahami oleh penerima untuk menyampaikan suatu pesan.
  6. Pencapaian tujuan organisasi iyalah salah satu karakteristik yang dapat membedakan organisasi ataupun lembaga formal dari informasi iyalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
UNSUR-UNSUR DALAM BERKOMUNIKASI
Komunikasi meliputi 5 unsur, yang dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yaitu:
  • Komunikator = who [communicator, source, sender]
  • Pesan = says what [message]
  • Media = in which channel [channel, media]
  • Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
  • Efek [effect, impact, influence]
Hal yang pertama dilakukan iyalah untukmemahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator yang baik iyalah  harus memiliki beberapa alat komunikasi yang akan menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti yang baik serta bisa menarik minat dan simpati dari pendengarnya serta dapat mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam kegiatan diskusi.
TEKNIK KOMUNIKASI
  1. Komunikasi informatif [informative communication]
  2. Komunikasi persuasif [persuasive communication]
  3. Komunikasi instruktif atau koersif [instructive/ coersive communication]
  4. Hubungan manusiawi [human relation]

TUJUAN KOMUNIKASI
  1. Perubahan sikap [attitude change]
  2. Perubahan pendapat [opinion change]
  3. Perubahan perilaku [behaviour change]
  4. Perubahan sosial [social change]

KOMUNIKASi FORMAL DAN INFORMAL
Komunikasi Formal dan Informal Komunikasi formal dan informal sebagai suatu sinergi dikemukakan oleh Effendy (2005) bahwa sistem komunikasi formal biasanya mengikuti garis-garis wewenang sebagaimana dituangkan dalam struktur organisasi (organigram). Sedangkan sistem informal (tidak formal) adanya hubungan-hubungan sosial yang dapat memiliki kekuatan untuk menentukan wewenang yang ditransmisikan melalui sistem formal tersebut dapat diterima. Sehingga sangat penting posisi wewenang di dalam sistem formal maupun informal.

Pertama, Komunikasi formal. Komunikasi formal, menurut Mulyana (2005) adalah komunikasi menurut struktur organisasi seperti komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas, dan komunikasi horisontal. Kemudian menurut Blake dan Haroldsen (2005) ciri komunikasi organisasi dan saluran formal banyak persamaan. Ciri saluran komunikasi formal menurut Shibutani dalam Blake dan Haroldsen (2005) yaitu:

1.      Saluran komunikasi berfungsi dengan standar bagi semua laporan yang datang dari berbagai sumber agar dapat diperiksa kebenarannya.

2.      Sumber pesan dapat dikenali dan tentunya dapat dipercaya. Sehingga dapat dijelaskan saluran komunikasi formal bercirikan aturanaturan yang stabil, pekerjaannya, aturan, dan sanksi disusun dengan jelas, serta dapat diikuti oleh orang-orang yang berbeda. Peserta dapat dikenali dan dapat dipercaya serta bertanggung jawab serta ada jalur komunikasi yang akurat.

Kedua, Komunikasi informal. Menurut Mulyana (2005) komunikasi informal tidak tergantung pada struktur organisasi. Kemudian DeVito (2011) komunikasi informal sebagai komunikasi yang disetujui secara sosial yang orientasinya tidak pada organisasi tetapi lebih secara individual.     

Kesimpulan:
Didalam suatu organisasi, kelompok, atau individu antar individu dalam dunia bisnis harus memiliki hubungan komunikasi yang baik dalam hal unsur – unsur dalam berkomunikasi, disertai beberapa teknik dalam berkomunikasi dan disetiap komunikasi yang tercipta, memiliki tujuan komunikasi. Disetiap komunikasi memiliki nilai tersendiri dalam dunia bisnis, diharapkan memiliki tujuan yang jelas dalam dunia bisnis yang dijalankan





Referensi:


Sulaiman, Adhi Iman. 2013. “Model Komunikasi Formal Dan Informal Dalam Proses Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat”. Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16 No. 2, Desember 2013: 173-188.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar